Secara empiris (pengalaman nyata) sarang semut tak hanya mampu
menyembuhkan tumor dan kanker. Penyakit-penyakit lainnya yang berhasil
diatasi oleh kerabat kaca piring itu antara lain bronkhitis, dibaetes
mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.
Oleh karena itu banyak orang kini menyandarkan harapan dari sebuah kesembuhan pada sarang semut. Penelitian tentang sarang semut tidakhanya dilakukan oleh para peneliti dari negeri sendiri, bahkan para peneliti dari negeri jiran Malyasia membukikannya melalui serangkaian riset ilmiah.
Dalam uji in vitro, anggota famili Rubiacceae itu terbukti mampu mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan arjun Hari banskota. Mereka yang bekerja di toyama medical and Pharmaceutical University.Qui Kim Tran mengambil by ki nam (sebutan untuk sarang semut) di Vietnam dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong.
Di negeri lumbung beras itu sarang semut secara tradisional dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit seperti diare, hepatitis, keputihan, malaria dan rematik.
Tumbuhan yang memiliki berat 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alais mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru-paru dan kanker usus.
Masing-masing hasil ekstraksi itu lalau diberikan kepada setiap sel kanker, hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi.
Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Menurut dr. Willy Japaries MARS, beliau mengatakan Antiprofilerasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.
Oleh karena itu banyak orang kini menyandarkan harapan dari sebuah kesembuhan pada sarang semut. Penelitian tentang sarang semut tidakhanya dilakukan oleh para peneliti dari negeri sendiri, bahkan para peneliti dari negeri jiran Malyasia membukikannya melalui serangkaian riset ilmiah.
Dalam uji in vitro, anggota famili Rubiacceae itu terbukti mampu mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan arjun Hari banskota. Mereka yang bekerja di toyama medical and Pharmaceutical University.Qui Kim Tran mengambil by ki nam (sebutan untuk sarang semut) di Vietnam dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong.
Di negeri lumbung beras itu sarang semut secara tradisional dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit seperti diare, hepatitis, keputihan, malaria dan rematik.
Tumbuhan yang memiliki berat 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alais mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru-paru dan kanker usus.
Masing-masing hasil ekstraksi itu lalau diberikan kepada setiap sel kanker, hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi.
Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Menurut dr. Willy Japaries MARS, beliau mengatakan Antiprofilerasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.
sumber :http://khasiatsarangsemut.com/
Papua memang dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan cukup
banyak tanaman yang dapat dijadikan obat herbal tradisional yang memang
memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa yang dapat digunakan
sebagai obat untuk mengempur beragam penyakit. Meski letak wilayah Papua
berada di ujung timur kepulaun Indonesia, sudah diketahui sejak lama
tanah Papua menyimpan banyak manfaat dari berbagai tanaman atau tumbuhan
yang dapat dijadikan obat.
Kini banyak pengobatan tradisional digunakan sebagai salah satu alternatif yang paling baik meski harus bersaing dengan pengobatan secara modern. Tetapi pengobatan dengan menggunakan bahan herbal alamiah masih mendapat tempat bagi para penderita dari suatu penyakit tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal sebagai satu solusi yang baik, pengobatan herbal tidak mengakibatkan efek samping apapun, jika digunakan sesuai dengan petunjuk dan cara pengolahan atau cara membuat suatu ramuan dengan baik.
Sarang semut merupakan salah satu tumbuhan atau tanaman yang berasal dari tanah Papua asli Indonesia. Kini banyak pengobatan untuk menyembuhkan atau sebagai pencegahan lebih dini dengan menggunakan SARANG SEMUT. Sarang semut yang diketahui memiliki banyak kandungan senyawa alami yang berasal dari lempengan dan liur semut yang membentuk labirin.
Ekstrak sarang semut sudah melalui proses uji radikal bebas 1-1-difenil-2-pikrilhidazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) antara 28-49 ppm. Sarang semut pun telah melalui proses pengolahan dengan menggunakan teknologi ekstrasi yang memenuhi syarat dari CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).
Secara tradisonal sarang semut digunakan untuk membantu mengobati beragam penyakit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
Kini banyak pengobatan tradisional digunakan sebagai salah satu alternatif yang paling baik meski harus bersaing dengan pengobatan secara modern. Tetapi pengobatan dengan menggunakan bahan herbal alamiah masih mendapat tempat bagi para penderita dari suatu penyakit tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal sebagai satu solusi yang baik, pengobatan herbal tidak mengakibatkan efek samping apapun, jika digunakan sesuai dengan petunjuk dan cara pengolahan atau cara membuat suatu ramuan dengan baik.
Gambar : Pohon dan buah sarang semut
Sarang semut merupakan salah satu tumbuhan atau tanaman yang berasal dari tanah Papua asli Indonesia. Kini banyak pengobatan untuk menyembuhkan atau sebagai pencegahan lebih dini dengan menggunakan SARANG SEMUT. Sarang semut yang diketahui memiliki banyak kandungan senyawa alami yang berasal dari lempengan dan liur semut yang membentuk labirin.
Ekstrak sarang semut sudah melalui proses uji radikal bebas 1-1-difenil-2-pikrilhidazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) antara 28-49 ppm. Sarang semut pun telah melalui proses pengolahan dengan menggunakan teknologi ekstrasi yang memenuhi syarat dari CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).
Secara tradisonal sarang semut digunakan untuk membantu mengobati beragam penyakit. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Berbagai jenis kanker dan tumor seperti kanker otak, kanker
hidung, kanker payudara, kanker liver, kanker paru-paru, kanker usus,
kanker rahim, kanker kulit, kanker leukimia, kanker prostat.
2. Gangguan jantung
3. Stroke ringan atau berat
4. Menghilangkan benjolan-benjolan payudara
5. Tuberkulosis (TBC) dan paru-paru
6. Ambeien/ wasir yang baru atau lama
7. Migrain (sakit kepala sebelah)
8. Rematik
9. Melancarkan dan meningkatkan Air Susu Ibu (ASI)
10. Melancarkan peredaran darah, pegal linu dan nyeri otot
11. Memperbaiki dan meningkatkan stamina tubuh
12. Meningkatkan vitalitas.
sumber :http://khasiatsarangsemut.com/
sumber :http://khasiatsarangsemut.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar